Pagar Loc

pagar locLoc sibuk menggergaji kayu dari pagar samping rumah yang ia baru beli. Sambil menggergaji, ia asyik bercerita tentang dirinya. Sayapun tekun mendengarkannya sambil memegangi bagian lain kayu yang ia sedang gergaji. Dengan terpatah-patah, ia bercerita kalau ia berasal dari Vietnam, tepatnya Saigon (sekarang Ho Chi Minh). Saya kebetulan pernah kesana dan punya kesan akan kota ini. Salah satunya adalah lalu lintasnya. Ia datang ke Australia dengan menggunakan perahu. “Rupanya, ia salah satu boatmen,” pikir saya.

Loc sudah datang sekitar 27 tahun lalu. Dari Saigon, sebenarnya ia pergi ke Hongkong terlebih dahulu. Disana, ia bertemu dengan bos yang ternyata berasal dari Australia dan ia ditawari untuk pergi ke negeri Kangguru ini. Bersama saudaranya, ia kemudian berlayar dari Hongkong menuju Western Australia (WA). Disana ia harus bekerja serabutan. “Hidup memang keras,” katanya. Namun, nasib berkata lain. Ia kemudian pindah ke Victoria karena memang mencari lebih banyak kesempatan. Saat ini ia bekerja di bandara sebagai supervisor cleaning service. Ia terus asyik bercerita. Saya hanya sesekali menimpali, karena saya memang ingin mengetahui tentangnya lebih banyak. Bagi saya, hal ini selalu menjadi keasyikan tersendiri. Saya bisa belajar.

Sebelumnya, ia datang mengetuk pintu rumah. Saya yang kebetulan sedang memasak membuka pintu. Kami kemudian bercakap-cakap sebentar setelah berkenalan. Ia rupanya ingin meminta bantuan saya memasang pagar samping rumahnya. Karena saya sedang masak, saya katakan kalau saya akan datang sekitar lima menit lagi. Setelah selesai, saya keluar rumah dan menyapanya. Rumah ini baru saja melalui proses pelelangan. Ini bisa terlihat dari papan nama agen penjual rumah yang terpancang di depan rumah. Proses pelelangan rumah selalu menyenangkan bagi saya. Saya ingat dulu coba-coba ikut. Basically, karena ingin tahu saja. Kalau membeli, sudah pasti saya tidak bisa. Harganya itu lho!🙂

Proses pelelangan kira-kira seperti ini. Pelelangan biasanya dilakukan hari sabtu minggu dan dibuka oleh agen yang dipercaya untuk mengurus rumah tersebut. Banyak orang akan berkumpul. Akan ada juga tanda-tanda, seperti bendera agen tersebut dan petunjuk arah di berbagai sudut yang dekat menuju ke rumah yang akan dilelang. Seperti di film-film yang saya lihat, agen akan sangat bersemangat sekali. Para peminatpun akan diberikan penjelasan dan kemudian inspeksi. Kesempatan inilah yang digunakan peminat rumah untuk lebih jelas lagi melihat-lihat apakah rumah tersebut cocok. Jadi tidak hanya dari promosi gambar dan agen saja. Si pemilik rumah bisa menemani dan menjelaskan jika diperlukan.

Setelah selesai, semua peminat akan berkumpul di depan rumah lagi. Pemiliknya masuk ke dalam rumah. Proses pelelangan inilah yang kemudian paling seru. Agen akan membuka dengan harga tertentu. Kemudian harga bisa naik sepanjang ada penawaran. Terus demikian. Penawaran akan berhenti ketika tidak ada lagi tawaran yang lebih tinggi dari harga sebelumnya. Tentu ada batasan berapa harga sebuah rumah disesuaikan dengan kondisi dan aturan yang berlaku. Setelah beberapa saat, pelelangan ditutup dan ketiga pihak – agen, pemilik lama dan penawar tertinggi – bertemu.

Rupanya, Loc berhasil menjadi penawar tertinggi rumah ini. Saya lihat sepintas rumah ini masih bagus. Bersih. Saya tahu ia sudah mulai bekerja dari beberapa hari sebelumnya. Memotong rumput, membersihkan kaca-kaca, memasang pagar, dan seterusnya. Sambil memotong kayu pagar yang kelebihan, kami terus bercakap-cakap. Sampai akhirnya kami berhasil memasang pagar samping rumah tersebut. Pagar kecil ini terkesan biasa saja. Hanya untuk menutupi bagian samping rumahnya. Namun saya yakin Loc ingin pagar ini bisa memberi aman bagi anak perempuannya yang akan menempati rumah ini dan memulai semester pertama kuliahnya dengan tenang. Setelah selesai, Loc mengucapkan terima kasih atas kemauan ikhlas saya membantu. Saya hanya tersenyum dan membalas, “It’s a pleasure!”

@mhsantosa

©mhsantosa (2014)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Comments
2 Responses to “Pagar Loc”
  1. Made Hery Santosa says:

    Hi Mbak Indri, iya banyak memang, mereka dianggap refugee gitu. Kebanyakan datang dari negara miskin atau konflik (yang perjalanannya selalu lewat Indo :)). Mereka bisa menjadi penduduk nanti kalau memenuhi syarat dan biasanya hidup mereka bisa better. Cuman oleh pemerintah Abott yang sekarang, agak keras akan hal ini🙂

    Asyik udah liat patungnya, aku belum heheh… Thanks for reading and keep writing!

  2. indrihapsari says:

    Boatmen ini banyak ya Bli di Australia. Waktu ke Bankstown juga gitu, sampe ada monumennya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: