Backchanneling di Pendidikan Abad 21

Pernah mendengar istilah backchaneling? Saya mendengarnya pertama kali ketika mengikuti sebuah seminar “ABC Splash: Digital Ideas for the Classroom” beberapa bulan lalu. Isu ini dibahas dalam satu sesi santai, dengan gaya talk show, dan disiarkan secara langsung oleh ABC. Pesertapun sangat atentif menyimak sambil mentweet isi talk show tersebut. Inilah yang kemudian saya lihat menarik karena apa yang dibincangkan juga sangat erat berkaitan dengan apa yang dilakukan peserta saat itu.

Harus diakui bahwa backchaneling sangat ngetren di konteks pendidikan abad 21 saat ini. Dengan semakin mudahnya orang berinteraksi di dunia maya dengan berbagai pilihan social media tools, backchaneling menjadi semakin lebih popular. Terutama di konteks pendidikan, bcakchanelling semakin banyak digunakan karena fungsi dan manfaatnya. Yang menarik lagi, meski orang Indonesia sangat aktif bersliweran di dunia sosial media, rasanya belum banyak yang melakukannya untuk kepentingan backchanneling.

Apa itu Backchanneling?
Backchanneling adalah suatu aktifitas percakapan real-time (dilakukan dalam waktu bersamaan ketika seseorang berbicara) dengan menggunakan komputer daring (dalam jaringan). Namun, jangan bingung dengan arti dari backchannel di area linguistik. Bagi kawan-kawan linguist, backchanneling adalah respon verbal atau non-verbal pendengar dari sebuah pernyataan  (sumber). Ketika seseorang berbicara di sebuah seminar atau konferensi, audiens bisa melakukan backchannel untuk distribusi informasi atau bahkan pertanyaan ke masing-masing networknya.

Bagaimana Melakukan Backchanneling?
Ada banyak cara melakukan backchanneling. Di bawah ini, saya tuliskan beberapa tautan yang bisa digunakan untuk melakukan aktifitas backchanneling yang saya ambil dari beberapa sumber.

TodaysMeet
TodaysMeet adalah salah satu media popular untuk aktifitas backchanneling; seperti chat room. Kita tinggal buat chat room, pilih waktu yang diinginkan (mulai 2 jam sampai 1 bulan), masukkan nama, langsung bisa chatting. Dengan TodaysMeet, kita bisa melakukan backchannel dan tetap berhubungan dengan audiens secara real-time. Secara khusus, kita bisa:
– Mencatat
– Memberi feedback setelah selesai pelajaran
– Kolaborasi suatu project
– Membuat channel diskusi di antara siswa yang berbeda-beda
– Melakukan percakapan dengan guru atau presenter
Yang perlu diingat, karakater dibatasi hanya sampai 140, sama dengan Twitter. Dalam konteks backchanneling, melakukan interaksi real-time sangat mungkin dilakukan karena kita bisa mengajak audiens untuk memberi komentar, bertanya, memberi umpan balik, menajamkan poin-poin dan secara tidak langsung mengetahui keinginan orang-orang yang terlibat di dalam ruang TodaysMeet itu. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

Chatzy
Secara sederhana, Chatzy adalah cara lain melakukan aktifitas backchanneling karena Chatzy memberikan kemungkinan kita membuat virtual chat room gratis. Beberapa fitur utamanya adalah:
– Pesan ‘Selamat Datang’ yang bisa dibuat sendiri
– Adanya control terhadap akses dengan memanfaatkan password atau email
– Tidak seperti TodaysMeet, Chatzy memberikan opsi pesan yang lebih panjang
– Adanya mode read-only
– Adanya control setting, misal siapa saja yang bisa mengundang orang lain, melihat siapa saja yang sedang online.
Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

GoSoapBox
GoSoapBox menjadi pilihan dalam konteks pendidikan untuk aktifitas backhanneling karena bisa meningkatkan partisipasi siswa, memotivasi mereka sekaligus mengetahui pemahaman siswa akan isu yang dibahas. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

Mentimeter
Mentimeter bekerja dengan tiga tahapan sederhana. Buat pertanyaan. Sistem voting yang dilakukan oleh peserta dengan menggunakan mobile phone atau tablet. Hasil ditampilkan ke audiens secara real-time. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

Pigeonhole Live
Namanya unik yach? Pigeonhole Live adalah alat untuk melakukan Question and Answer (Q&A) dalam suatu kegiatan seperti konferensi secara real-time. Peserta bisa memvoting pertanyaan yang ditawarkan secara real-time. Pembicara kemudian bisa mengidentifikasi pertanyaan yang paling banyak diminati dan kemudian meresponnya langsung. Tujuannya jelas, selain berlangsung secara real-time, Pigeonhole Live memberi kesempatan terjawabnya pertanyaan-pertanyaan yang lebih berkualitas. Bagusnya, jika kita tidak terlalu PD, pilihan anonymous bisa digunakan. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

Shakespeak
Shakespeak intinya mirip dengan Mentimeter atau Pigeonhole Live. Audiens diharapkan memberi voting terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Yang membedakan adalah, respon audiens akan ditampilkan secara real-time di PowerPoint si pemakalah. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

SAP Web 2.0 Tools
SAP Web 2.0 Tools sederhananya adalah bagaimana menempel Twitter updates secara otomatis di PowerPoint. Lebih lanjut bisa dibaca di tautan ini.

Turning Point Audience Response System
Turning Point juga prinsipnya mirip dengan system polling yang lain. Kita cukup memberi pertanyaan, kemudian peserta merespon dan hasilnya secara detil bisa diperoleh dalam waktu singkat. Keunggulannya adalah PowerPoint yang lebih interaktif. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

PollEverywhere
PollEverywhere memiliki sistem sama dengan Turning Point. Dengan penekanan lebih pada ‘audience response system’, PollEverywhere bisa memberi respon atas pertanyaan-pertanyaan secara real-time. Berbeda dengan TodaysMeet, PollEverywhere tidak dibatasi oleh jumlah karakter. Audiens bisa merespon via berbagai media, Twitter, smartphone, tablet dan komputer. Untuk mencoba, silahkan klik tautan ini.

Demikian beberapa platform yang bisa digunakan untuk melakukan backchanelling. Masih ada yang lain seperti Facebook, Yammer, Google Moderator, Instant Messaging.

Bagaimana Backchanneling Bisa Digunakan di Pendidikan?
Karena sifatnya real-time dan biasanya satu topik dibahas oleh banyak orang di seluruh dunia, backchanneling bisa sangat bermanfaat jika digunakan secara efektif di dunia pendidikan. Baik kelas formal maupun kegiatan diskusi mandiri, backchanneling bermanfaat untuk kegiatan mencatat, bertanya, memberi saran dan berbagi sumber belajar. Sebagai seorang backchaneller, kita bisa mengambil posisi tertentu, apakah hanya pengulang, penyimak, partisipant atau kontributor. Backchanneling juga bisa membantu seseorang belajar bahasa Inggris. Banyak pendidik yang menguasai bahasa Inggris dengan sudah lebih baik atau bahkan penutur asli terlibat dalam aktifitas ini.

Berikut ini adalah Visual Guide untuk Backchanelling. Saya ambil dari sini.
Teacher’s Visual Guide in BackchannelingCara yang Saya Lakukan dalam Backchanneling
Jika sudah paham prinsip backchanneling, sekarang saatnya kita menggunakannya. Saya melakukan backchanneling di Twitter karena saya melihat banyak sekali ada orang-orang penting di bidang yang saya tekuni. Demikian juga, banyak sekali topik-topik yang dibahas berkaitan dengan area yang saya pelajari saat ini. Kebetulan sekali ada program yang bisa mengintegrasikan banyak account dilengkapi fasilitas untuk melakukan backchanneling. Salah satunya adalah Tweetdeck.

Aplikasi ini cukup bagus menurut saya karena bisa memberi banyak kolom berdasar ‘user’, ‘hashtag’ atau ‘mention’. Karena saya punya beberapa twitter account (@mhsantosa, @smartguruonline, @menginspirasiID) dan terlibat kolaboratif di @thesplashonline dan @gerakanIB, saya bisa menaruhnya sekalian dan bisa dengan mudah update, RT, atau mention. Saya bisa khusus mengikuti tweets dari user yang saya minati. Saya juga bisa membuat banyak hashtags sebagai backchannels yang real-time. Saat ini, saya punya beberapa backchannels, yaitu #twitedu, #research, #edtech, #elearning, #mlearning, #pblchat, #phdchat, #blendedlearning, #leadership. Dengan memasukkan channels ini, saya dengan otomatis mengikuti tweets atau percakapan PLN lain yang menggunakan hashtag yang telah dimasukkan. Jadi saya bisa terlibat di ‘channel’ tersebut. Sayang, Tweetdeck tidak support automatic updates ke Facebook lagi sejak setahun lalu. Selain Tweetdeck, Hootsuite juga mirip. Kuncinya adalah ‘channels’ tadi, atau dalam bahasa Twiter, hashtag (tagar atau #). Kelebihan Hootsuite, kita bisa memasukkan LinkedIn account dan mengikuti kawan profesional kita.

Saat ini, backchanneling banyak dilakukan di media Twitter saat ada seminar dengan menggunakan tagar. Contohnya #edtech atau #phdchat dan seterusnya. Dengan mengetik hashtag tertentu, kita akan bisa menemukan dan mengikuti update status bahkan percakapan orang lain tentang topik tertentu atau yang berhubungan dengan suatu event tertentu. Di bawah ini saya tampilkan hashtag populer dalam area pendidikan (sumber).

Popular Educational HashtagDemikian, semoga tulisan ini membantu peningkatan profesionalisme diri, khususnya dengan cara backchanneling. Jika ada pertanyaan, you’re most welcome🙂.

Informasi Tambahan
http://c4lpt.co.uk/directory-of-learning-performance-tools/audience-voting-tools/#sthash.pMgH7mZD.dpuf
http://c4lpt.co.uk/directory-of-learning-performance-tools/audience-voting-tools/
http://www.freetech4teachers.com/2013/01/a-teachers-guide-to-classroom.html#.UqQ1S-KOdbw
http://www.scribd.com/doc/122887271/A-Teacher-s-Guide-to-Classroom-Backchannels-Informal-Assessment-Tools
http://sdst.libguides.com/content.php?pid=192765&sid=1618761
http://www.shambles.net/pages/staff/BCtools/
http://backchannelchat.com/
http://www.educatorstechnology.com/2012/12/3-excellent-tools-for-backchanneling-in.html
http://www.educatorstechnology.com/2012/02/todays-meet-create-collaborative.html
http://www.youtube.com/watch?v=q6UlnvVBrjk
http://wrac.msu.edu/2013/03/31/free-tools-for-the-backchannel/
http://www.pigeonholelive.com/
http://www.techinasia.com/pigeonhole-live-app/

©mhsantosa (2014)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Comments
16 Responses to “Backchanneling di Pendidikan Abad 21”
  1. Tulisan yang menarik sekali..telat baca niih, informatif banget, thank ya sudah mau berbagi😀

  2. Terima kasih sudah memperkenalkan arti dari Backchanneling, terkadang saya scra tidak sadar melakukannya juga dg tweetdeck, #hashtags, chat. Kadang saya berpikir saya ‘kepo’ thd dunia pendidikan di dunia maya, tp istilah backchanneling ini makin menyemangati saya utk lebih ‘kepo’ eh lebih curious😀,jdi pendidik abad 21 memang perlu melek informasi. thanks Pak sudah berbagi! Keep Backchanelling!

    • Made Hery Santosa says:

      Hi Mas, being ‘kepo’/curious is an important step for your imagination🙂
      Thanks for the comment brother. Keep penning🙂

  3. Inge says:

    Baru pertama mampir nih… bermanfaat banget tulisannya. Pernah dengar ada kaitan antara Twitter dengan publikasi. bener ndak? trus itu apa melalui backchanneling ini?

    • Made Hery Santosa says:

      Wah makasi udah mampir lho Mbak Inge. Aku belum pernah dengar itu. Tapi tentu saja bisa dikaji, misal dari perspektif linguistik melihat discourse (tindak tutur) yang digunakan, dan seterusnya. Backchannel lebih pada ‘keterlibatan secara real-time pada topik yang sedang (trending) dibahas’. Caranya dengan menggunakan hashtag itu, misal #phdchat. Jadi kita masukkan itu, tiap orang yang berinteraksi menggunakan hashtag ini, kita juga akan lihat. Terus kita bisa terlibat, entah meneruskan, bertanya, berbagi info dst. Gitu kira2 Mbak Inge, sorry ya kl ga jelas tadi🙂

      Kalo bidang Public Health aku ga ga tau apa2 haha… Stay semangat mbak!
      Cheers

  4. ooh.. begitu ya? jadi, online bersamaan spt twitteran pun termasuk backchanneling ya Pak?
    I see…🙂

    • Made Hery Santosa says:

      Rasanya bukan Bu Mugi, backchannel lebih pada percakapan real-time dan aktifitas bertanya, berkontribusi dan berbagi. Mirip apa yang Guraru lakukan tiap Senin lewat #twitedu ya kl ga salah. Jadi dgn memasukkan hashtag tertentu, kita bisa terlibat didalamnya. Ini khususnya bagus di (academic) conferences. Makasi ya udah mampir …🙂

      Cheers

  5. Herry F. R. says:

    Bli, ini di re-post di EDUQO, ya!😉
    Thanks…

  6. Subhan Zein says:

    Terimakasih sudah mengajarkan satu istilah baru kepada saya, Bli. Selamat tahun baru juga yah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: