KILAT Bertemu Ki Dalang

870351004Pada hari Jumat, tanggal 1 Juni 2012, kami diundang oleh Ibu Linda Seymour, salah seorang pengajar bahasa Indonesia di La Trobe University untuk menghadiri bincang-bincang dengan seorang dalang. Beliau adalah Ki Eddy Pursubayanto, seorang dalang wayang kulit dari UGM Yogyakarta.

Dari perpustakaan, kami berjalan menuju Martin Building dan tiba jam 11.25 siang, 5 menit sebelum acara dimulai. Kami kemudian diperkenalkan dengan beberapa orang seperti Prof. Kaori Okano dan Prof. Harry Aveling dari Faculty of Humanities and Social Sciences. Kami juga bertemu dengan Irene Ritcher, seorang penulis buku yang memiliki ketrampilan memainkan dan mengajar gamelan Jawa. Kami juga berkenalan dengan beberapa mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia, seperti Richard, Jo, Suli, Catherine, dan kawan-kawannya.

Setelah berkenalan dan berbincang-bincang, kami semua kemudian bersiap mendengarkan paparan dari Ki Eddy mengenai wayang kulit. Ia mengambil tema “New Themes in the Narration of Pre-Clown Scene in the Wayang Purwa of the Surakarta Style in the 1990s.” Dalam paparannya, Ki Eddy dengan gamblang menjelaskan mengenai konsep pertunjukkan wayang, upacara yang menggunakan dalang dan wayang, termasuk bagian yang selalu menarik minat penonton, “Gara-gara.”

Pertunjukan wayang kulit di Jawa (baca: khususnya Yogyakarta dan Surakarta) biasanya digelar dalam waktu yang cukup lama, sekitar 7 – 8 jam. “Gara-gara” biasanya disisipkan ditengah-tengah pertunjukkan; ditampilkan kira-kira jam 12 atau jam 1 pagi. Ada hal-hal penting, sekaligus menarik yang disampaikan oleh dalang melalui wayang di bagian “Gara-gara” ini. Seorang dalang biasanya akan menyampaikan apa yang disebut Pocapan Gara-gara (PGG). PGG adalah pemahbah yang disampaikan sebelum bagian “Gara-gara” ditampilkan. PGG terdiri dari 10 bait yang berisi kritik dan humor terhadap situasi terkini. Bagian “Gara-gara” ini sendiri nanti akan disampaikan oleh para punakawan, seperti Petruk, Gareng, Bagong, dan Semar.

Sesuai standar, PGG menceritakan kehidupan yang terjadi di alam, di konteks kehidupan manusia dan di kahyangan (tempat dewa dewi) secara umum. Seiiring dengan perubahan jaman, PGG kemudian disesuaikan dengan konteks terkini dan mengalami beberapa penyesuaian. Tema yang disampaikan dalam pemahbah ini menjadi lebih konteksual dan bersifat kekinian; utamanya tentang sifat dan perbuatan manusia saat ini. Tetap memiliki esensi yang sama dengan yang standar. Misalnya, dalang mengungkapkan mengenai korupsi yang merajalela, tingginya jumlah pemabuk, tetapi mereka bangga akan dirinya yang demikian, atau mengenai sex bebas di kalangan remaja, namun banyak yang menjalaninya. Dalam bagian akhir sebuah PGG, selalu ditekankan bahwa dalang hanyalah seorang pencerita, pembawa pesan akan isu-isu yang ada dalam kehidupan. Ia selalu berharap pesan-pesan ini bisa memberi manfaat. Berikut adalah kutipan dari bagian terakhir PGG seorang dalang dalam “Gara-gara” yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

However, please don’t rely too much on what I am saying
If you do, it is advisable
My job is working out with words to tell stories
To earn money to support my life
At the same time to entertain the audience
I hope you enjoy until the end of my show

Kami semua sangat menikmati apa yang Ki Eddy sampaikan, sampai tidak terasa waktu sudah berjalan hampir 1 jam. Sesi tanya jawab diisi dengan beberapa pertanyaan mengenai apa yang disampaikan Ki Eddy sebelumnya.

Ki Eddy juga sempat berdemonstrasi menjadi dalang dengan menggunakan tiga buah wayang, yaitu Hanuman, Rahwana, dan Kumbakarna. Selain itu, Ki Eddy juga menyanyikan salah satu tembang. Kami semua bertepuk tangan meriah karenanya.

Setelah itu, kami diundang untuk santap siang. Dengan tetap berbincang dengan kenalan-kenalan baru, kami berjalan ke ruangan lain di lantai 4. Di ruangan tersebut, sudah tersedia berbagai hidangan lezat. Kamipun menikmati makan siang sederhana namun lezat ini dalam suasana akrab penuh kekeluargaan sambil berbincang-bincang hangat.

Yang paling penting untuk digarisbawahi disini adalah bahwa KILAT melalui Presidennya telah membuka kembali keran jaringan dengan berbagai pihak yang tertarik dengan Indonesia. Jika sekiranya dikemudian hari ada kegiatan relevan, semua pihak bisa saling mengundang. Bagi mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia, kami yakin hal ini akan sangat bermanfaat karena mereka bertemu kawan-kawan baru penutur asli bahasa Indonesia Dengan adanya koneksi ini, diharapkan baik mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan saat ini dan mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia bisa saling belajar dan membantu satu sama lain nantinya.

Penulis ingat, tahun-tahun sebelumnya, ketika menjadi tutor pengajar bahasa Indonesia di Indonesian Studies, ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan baik KILAT (Komunitas Indonesia di La Trobe University) dan teman-teman yang belajar bahasa Indonesia. Indonesian Day, misalnya. Kegiatan ini mengundang rekan-rekan mahasiswa yang belajar bahasa Indonesia berbagi pengalaman ketika mengambil program beasiswa dan/ atau pertukaran di salah satu institusi di Indonesia. Kegiatan ini juga mengundang sekolah-sekolah di daerah Victoria untuk berpartisipasi dalam berbagai lomba.

Indonesian Day

Indonesian Day

Kegiatan lain, seperti lomba pidato bahasa Indonesia juga pernah diadakan. Pesertanya adalah teman-teman yang belajar bahasa Indonesia.

As One of Judges in an Indonesian Speech Contest

As One of Judges in an Indonesian Speech Contest

Sekali lagi, dengan pertemuan ini, diharapkan agar KILAT bisa mengakomodasi keperluan seluruh rekan-rekan, termasuk mereka yang belajar bahasa Indonesia. Semoga, semua pihak bisa saling berkolaborasi dengan lebih baik di hari-hari mendatang.

Catatan

  1. Tulisan ini dimuat di laman PPIA La Trobe. Untuk tulisan lebih lengkap, silahkan klik tautan ini. Terima kasih.
  2. Tulisan ini sudah saya muat sebelumnya di website saya. Namun saya berpikir perlu membuat cadangan backup untuk arsip.

©mhsantosa (2013)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: