Berbagi Digital? Bagaimana dengan Jejaknya?

7863370Saat ini, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi sudah mengarah pada konsep berbagi secara digital (cf. digital sharing). Sebut saja berbagai aplikasi media social, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Foursquare, Flickr, dan lain-lain. Bahkan, bisa dibilang, setiap saat banyak aplikasi-aplikasi baru bermunculan. Seiring bertambahnya pengguna pada suatu aplikasi yang dilengkapi oleh fitur berbagi digital ini, saya lihat banyak sekali isu yang bisa kita kaji lebih mendalam.

Seiiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, tentu berbagi digital bisa sangat membantu sekaligus menyenangkan. Hal ini dimungkinkan oleh fasilitas konektivitas internet dan fitur berbagi multi platform. Misalnya, saya bisa saja berbagi tentang berita kekerasan di Lampung, Indonesia, pada saat ini juga. Atau tentang hal sederhana, saya sedang menonton pertunjukkan musik. Orang lain bisa saja berbagi mengenai hal lain. Dengan adanya fasilitas internet on the go ini, orang lain akan lebih cepat mengetahui suatu informasi atau peristiwa dengan fitur berbagi digital ini. Hebatnya, bahkan lebih cepat dari media massa! Selain berbagi, mencari informasi juga dipermudah. Namun akan muncul akibat lain, seperti bagaimana kita menganalisa banyak informasi agar bisa menjadi pemahaman (hal ini tidak akan saya bahas disini – saya bahas sedikit di tulisan ini).

Yang menggelitik saya akhir-akhir ini adalah isu tentang jejak digital. Saya yakin isu ini sangat penting saat ini, terutama bagi semua orang yang memiliki profil daring (online profile). Sering saya jumpai berbagai status, kicauan, foto, atau opini di berbagai platform media social yang menarik. Ada yang baik ada yang kurang baik, misalnya kata-kata atau gambar kurang pantas, atau hanya sekedar ekspresi perasaan saja. Yang menjadi pertanyaan, sadarkah bahwa apa yang kita lakukan di berbagai platform tersebut akan terus ada? Dan dengan fitur “search” pihak lain akan mudah mengetahui seperti apa kita. Anggap saja, kita ingin melamar suatu pekerjaan di perusahaan yang reputasinya top. Bisa saja, pihak perusahaan meng-google profil kita. Jika kita memiliki akun-akun di platform media sosial, tentu tidak sulit bagi pihak perusahaan ini menemukan dan mengetahui tentang diri kita lebih lanjut. Dan image daring yang kita tampilkan tersebut mungkin bisa mempengaruhi penilaian terhadap diri kita sekaligus mempengaruhi keputusan akan lamaran pekerjaan itu – bisa baik, bisa buruk.

Rekan saya di Personal Learning Network (PLN), David Hopkins, menyebutkan bahwa sekitar 80% siswa Business School tahun pertama merasa bahwa profil daring mereka tidak aman (tautan). Ini di Amerika. Saya sampai saat ini belum melihat hasil sejenis di konteks Indonesia (tentu ini peluang riset!) Saya kok merasa yakin, hal ini terjadi juga di Indonesia. Apalagi, menurut situs Social Bakers, orang Indonesia adalah pengguna media sosial (Facebook) nomor 4 setelah Amerika, Brazil dan India (akses November 4, 2012, lihat tautan). Untuk Twitter, Indonesia bahkan nomor 2, setelah Venezuela (lihat tautan). Ini jumlah yang sangat besar di dunia. Dan, jumlahnya terus meningkat. Meski belum ada hasil penelitian sahih mengenai seberapa aman orang dengan profil daring mereka, banyak aktivitas di media sosial saya lihat demikian.

Bagaimana menjaga profil daring kita? Berikut saya tampilkan infografis mengenai hal ini.

What Can You Do about Your Online Profile? (Infographic)

8216173Ini hanyalah salah satu infografis dari empat lainnya mengenai E-Reputation. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di tautan ini.

Jelas sekali disampaikan bahwa isu keamanan dan representasi profil personal penting. Selain benar-benar menjaga profil daring pribadi agar tidak mudah diretas, hendaknya apa yang kita sampaikan di media sosial juga benar-benar merepresentasikan profil terbaik masing-masing. Berikut ini adalah presentasi mengenai “How to Survive Online” oleh David Hopkins.

Sekarang, coba google diri Anda, hal apa sajakah yang muncul? Tautan mana mengenai apa yang paling pertama muncul? Dari sana, kita tentu bisa merefleksi bagaimana profil daring kita sendiri. Jika berkenan, aplikasi Digital Footprint Calculator juga bisa digunakan untuk mengetahui jejak digital personal melalui serangkaian pertanyaan survei.

Yang perlu diingat tentu bahwa ini bukan untuk saat ini saja, namun di masa depan.

Catatan: Tulisan ini sudah saya muat sebelumnya di website saya dan media kompasiana. Namun saya berpikir perlu membuat cadangan backup untuk arsip.

©mhsantosa (2013)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Comments
4 Responses to “Berbagi Digital? Bagaimana dengan Jejaknya?”
  1. Hi – Thanks for this useful article, and for using my work as a base line for your extended studies. Please be aware that the work I do is in the UK Higher Education (University) sector, not the US😉

    All the best, David

    • Made Hery Santosa says:

      Hi David, thanks for reading. I wasn’t expecting this from you but still, much appreciated for the comment. I hope you could get the sense, by the use of translating, maybe? I intentionally wrote this in Indonesian for a targeted Indonesian audience. But yes, thanks for the correction, UK might be different from the US. In this context, I meant the Western world outside the Asian countries. Nice work David, keep in touch🙂

      • No problem – a great many infographics and blogs are written with a distinct US bias and it is essential that people like you and I maintain integrity in our own education environment. What happens within the US sector is not representative of Indonesia or the UK, irrespective of whether it will be in due time or not.

        Keep up the good work.

        All the best, David

        • Made Hery Santosa says:

          Certainly David. It’s important to maintain our own stance while referring/reflecting to other sources of information when necessary. Nice to have your thoughtful comments here. All the best for you, too
          Hery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: