Ini Masalah Nyali, Bung!

eagle_faceCerita Nenek Pemberani sebelumnya menyisakan satu fragmen menarik yang khusus saya ingin ceritakan di tulisan yang berbeda. Ketika train berhenti beberapa stop dari tempat saya naik, seorang laki-laki tinggi besar masuk. Ia duduk di depan, beberapa baris dari saya duduk. Selang beberapa saat, lelaki ini mulai bicara ngawur, memaki-maki dan menyumpah. Segala kata-kata kasar dan kotor keluar dari mulutnya. Matanya nanar memandang orang-orang dan ia menantang setiap orang yang berani melihatnya. Ia balas dengan kata-kata cemoohan. Tapi tak semua meladeni.

Di depan lelaki pemabuk ini, ada seorang laki-laki lain. Cukup muda. Ia tampak lelah, pakaiannya belepotan dengan tanah. Ia menutupi sebagian wajahnya dengan kain pelindung debu. Ditambah dengan hood yang ia pakai, ia tampak seperti tokoh dalam video game Assassin’s Creed. Ada helm tergantung di samping tas ranselnya. Rupanya ia bersepeda sebelumnya. Sepedanya tampak disenderkan di pintu gerbong yang tidak akan membuka tutup. Si lelaki mabuk menantang semua orang, termasuk lelaki muda di depannya ini.

Yang mengejutkan, lelaki muda ‘Assassin’s Creed’ ini dengan tenang menatap tajam mata si pemabuk. Lelaki pemabuk itu terus mengeluarkan sumpah serapah,
“Yea, why are you looking at me, you b___ c___?! Do you want some piece of me, s___?”

Si pemuda diam saja, namun matanya tetap tak beralih memandang si pemabuk. Tajam. Sekitar 5 menit mereka beradu pandang, dan si pemabuk terus menyemburkan kata-kata kotor dan kasar. Saya heran sekaligus takjub, ‘berani sekali dia’ guman saya dalam hati. Kalau mau jujur, badan si pemuda jauh kalah besar dan tinggi dari si pemabuk. Namun, saya lihat mata si pemuda tenang, tapi tajam. Ia diam, tapi menunjukkan kalau ia siap jika sampai terjadi apa-apa. Tiba-tiba, si pemabuk tergesa pindah ke depan si nenek yang sedang menelpon polisi (baca cerita Nenek Pemberani). Disana, ia sesekali berguman, dalam omongannya yang meracau, ‘that man is crazy’ sambil menoleh-noleh ke pemuda tadi yang kini sudah tertidur.

Saya melihat disini pesan yang jelas. Meski berbahaya, ketika kita menunjukkan kalau kita tidak takut atau gentar, si pemabuk biasanya akan mencari orang yang menurutnya lebih lemah untuk bisa ia intimidasi. Jika kita tidak bisa diintimidasi, ia akan pergi atau mengalah. Analoginya dalam pandangan saya adalah jika kita punya prinsip, teguhlah dengan prinsip itu. Jika kita benar, yakinlah dengan kebenaran yang kita pegang. Jika ada pemabuk atau orang yang mengintimidasi, tunjukkan kalau kita tidak mudah dintimidasi. Kembali ke cerita ini, tidak belebihan kemudian jika saya bilang, ‘Ini masalah nyali, Bung!’

Image

©mhsantosa (2013)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: