Ada Apa Twitter?

Twitter SuspendedKemarin, saya coba mention Ali, sebut saja demikian, teman saya yang berasal dari Timur Tengah di Twitter. Tapi setelah beberapa lama, saya tidak bisa menemukan accountnya. Selidik punya selidik, ternyata accountnya suspended. Ini adalah kali keempat account twitternya suspended. Kali pertama adalah sekitar dua bulan lalu. Saat itu ia bilang kalau ada banyak orang yang follow dia dalam waktu bersamaan. Dan tiba-tiba, bam! Accoutnya suspended. Ia kemudian menghubungi pihak Twitter dan mendapatkan kembali accountnya.

Kali kedua, ketika ia mencoba upload gambar pertandingan sepakbola antara Oman dan Australia. Ia kebetulan menonton langsung di Etihad Stadium dan excited ingin mengupload gambar pertandingan. Dan lagi-lagi, accountnya suspended. Ia menghubungi pihak Twitter lagi. Setelah menunggu selama tiga hari, accountnya kembali. Ini termasuk respon yang lama. Yang mengejutkan, besoknya, accountnya kembali suspended. Ia sendiri mengaku tidak mengerti. Setelah menghubungi Twitter, ia mendapatkan kembali accountnya. Sejak itu, ia bilang sedikit malas untuk update dan beraktivitas di Twitter. Padahal, followernya banyak sekali, sekitar 70,000! Ini seperti Presiden saja, canda saya.

Kali ini adalah yang keempat accountnya suspended. Cukup mengherankan memang, kenapa accountnya bisa suspended beberapa kali seperti ini. Saya beberapa kali bertanya kenapa bisa demikian. Ia hanya menjawab tidak mengerti juga. Saya berpikir, ini pasti hubungannya dengan konten. Sebuah produk sosial media seperti Twitter atau Facebook tentu punya aturan ketat mengenai konten mana yang dianggap boleh disebar mana yang tidak. Ketika saya tanyakan, ia berkata kontennya biasa-biasa saja. Ia suka berbicara mengenai hal-hal humanis, kasih sayang, cinta sesama dan Tuhan, motivasi, juga komedi. Dalam bahasa Arab.

Saya bilang, mungkin ini masalahnya. Twitter anggap kontennya ‘mencurigakan’. Ia heran dan sedikit kecewa. Saya berusaha menjelaskan, mungkin, Twitter lihat accountnya sangat aktif. Terlihat dari seringnya ia muncul baik update, retweet atau mention. Ia mengakui itu. Twitter bilang, pergerakan accountnya masif sekali. Dalam waktu yang berbarengan, bisa ada sekitar ratusan follower sekaligus. Menarik juga, kenapa ia bisa menarik sekian banyak follower. Apakah karena kontennya atau ‘fake’ account atau alasan lain. ‘Fake’ account ini terjadi dimana-mana, pada siapa saja. Saya sendiri sering di-follow oleh sebuah account namun kemudian menghilang. Motif orang itu bisa bermacam-macam.

Kedua, saya bilang mungkin saja Twitter mengira kontennya berisi ajakan pergerakan, entah model apa. Karena disampaikan dalam bahasa Arab. Tentu ini tendensius. Saya paham betul tidak semua hal-hal yang berhubungan dengan Arab, muslim, dan seterusnya selalu negatif. Saya berteman dengan banyak teman muslim dari berbagai negara dan banyak belajar dari mereka nilai-nilai universal baik. Teman saya, berargumen, Twitter semestinya punya ahli yang bisa membaca bahasa Arab sehingga bisa memutuskan apakah sebuah account benar berisi ajakan tidak baik atau tidak. Tentu saja, ini benar. Saya setuju. Dan saya pikir, sebuah perusahaan besar seperti Twitter pasti sudah melakukan ini. Cuma saya tidak tahu seberapa jauh keterlibatan ‘ahli-ahli’ ini dan seberapa efektif keterlibatan mereka.

Karena jumlah follower yang sangat banyak itu, tentu berarti banyak yang suka dengan pendapat-pendapat atau aktifitas-aktifitas seseorang di dunia sosial media. Seseorang yang terkenal, seperti artis, presiden, atau pakar tentu, logikanya, akan banyak diikuti orang. Entah karena ini ikut-ikut saja, atau ingin tahu pemikirannya, atau aktifitasnya. Orang yang diikuti juga (termasuk dalam platform sosial media lainnya) tentu harus konsisten dan memberikan yang terbaik, positif dan seterusnya. Cuma memang, tidak semua demikian. Sehubungan dengan kasus teman saya ini, saya tahu betul ia bukanlah orang ekstremis dan sejenisnya. Kalau saya iseng pakai Google translate misalnya, saya lihat isi kicauannya memang seputar kasih sayang, humanis, dan motivasi. Cuma memang karena kebanyakan dalam bahasa Arab, tidak semua orang (dalam konteks Internasional) bisa langsung memahaminya.

Sekarang saya belum tahu bagaimana ia akan menyikapi accountnya yang suspended ini. Apakah berhenti atau mencoba kembali mendapatkan accountnya. Saya pernah mengusulkan agar membuat account baru. Tapi ia keberatan harus memulai dari nol lagi. Semua kicauannya, semua follower-nya sangat berarti. Saya juga pernah mengusulkan agar ‘berkiprah’ di platform lain, seperti Facebook, Google Plus dan sebagainya. Tapi ia tidak terlalu antusias. Memang alasan orang beda-beda, cara orang juga begitu. Yang paling penting saya kira, konten pemikiran kita haruslah positif, informatif tapi tidak memihak. Saya pikir ini standar paling minimal. Kalau misalnya ingin lebih personal, saya pikir itu adalah pilihan.

Image source

©mhsantosa (2013)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Comments
2 Responses to “Ada Apa Twitter?”
  1. indrihapsari says:

    Oh, bisa ya suspend seperti itu? Sy make aja jaraaang, ngga bs soalnya. Updatepun krn WP otomatis nge-twit klo sy publish artikel baru ^_^

    • Made Hery Santosa says:

      Iya bisa Mbak. Setelah tulisan ini, punya teman masih beberapa kali di suspend. Ga ngerti juga. Tapi mmg masif pergerakan aktivitas tweet, MT, RT nya. Follow dan unfollow bisa jumlah banyak. Saya sendiri ga kebayang menghandle kalau gitu. Hehe, ya socmed saya sama aja, untuk meluaskan tulisan/pikiran aja. Thanks for reading Mbak Indri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: