Power Metal Indonesia: Ada Plagiarisme dalam Karya Mereka?

Power Metal

Power Metal

Kali ini saya ingin nulis yang ringan saja. Selain mengajar, saya juga suka musik dan bermain drum🙂. Kebetulan musik yang saya sukai lebih banyak berjenis metal. Salah satu grup band metal dari Indonesia yang saya sukai adalah “Power Metal.” Band ini bisa dikatakan legenda rock Indonesia yang didirikan tahun 1987 di Surabaya. Band ini berkembang melalui festival-festival rock, salah satunya yang diadakan oleh raja festival rock, Ong Oen Log, atau yang lebih dikenal dengan nama Log Zhelebour (1). Telah 10 kali pagelaran festival rock ia lakukan – 1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1991, 1993, 1996, 2001, 2004) (2).

Power Metal sebetulnya beraliran Heavy Metal (3) karena permainan gitar yang tidak selalu cepat sebagaimana salah satu ciri musik Power Metal. Namun demikian, karakter vokal band ini bersih dan melengking tinggi. Saya baru mengenal Power Metal di album Power Demons (1993), melewati dua album sebelumnya, Power One (1991), dan Power Missions (1992). Dengan lagu pembuka Timur Tragedi, musik mereka terasa penuh melodi dan kencang, meski lagu-lagu seperti Bidadari dan Kisah Biru sangat menyentuh juga. Dari album ini, saya menjelajah album-album lainnya. Akhirnya, sekarang aku memiliki album mereka yang lengkap. Tidak banyak yang berbeda saya lihat dari mereka, tetap kencang, tetap penuh melodi, tetap garang, tetap penuh cinta dan kasih pada sesama dan juga Tuhan, tetap terpesona, khususnya pada vokal Arul Efansyah.

Power Metal lumayan beruntung bisa menjadi band pembuka konser Sepultura (1992) dan Helloween (2004). Meski mereka mengalami pasang surut, namun menurut saya, band ini layak menjadi legenda rock di Indonesia, mungkin bersama God Bless. Hanya saja, mereka tidak seberuntung Jamrud, misalnya, yang datang belakangan (meski berjuang dari sekitar tahun 1989, dengan nama Jam, kemudian Jamrock, dan menjadi Jamrud) (4). Minat masyarakat Indonesia secara umum, dan utamanya dukungan teknologi yang tidak secanggih sekarang, membuat Power Metal tidak bisa cepat tenar (c.f. Jamrud yang bisa menyabet penghargaan atas album mereka – sebagai salah satu tolok ukur kesuksesan sebuah band). Meski demikian, Power Metal tetap besar di mata saya.

Peace, Love, & War

Peace, Love, & War

Namun, saya sedikit concern dengan dua karya mereka, yang semuanya ada di album Peace, Love and War (1999), yaitu lagu “Penguasa” dan lagu “Shades of Night.” Saya pertama kali mendengar lagu-lagu di album ini dari kaset yang saya pinjam dari teman kuliah. Ketika intro lagu “Penguasa”, saya langsung teringat salah satu lagu band Stratovarius, dari Finlandia. Band ini juga merupakan salah satu band favorit saya, beraliran European Finnish Metal, kurang lebih mirip dengan Helloween, Gamma Ray, atau Power Metal sendiri di banyak lagu-lagunya. Waktu itu, saya tidak terlalu ambil pusing. Karena setelah lagu berjalan, sisanya berbeda. Namun, ketika lagu “Shades of Night” terdengar, saya terhenyak. Saya ingat lagi lagu dari Stratovarius yang memiliki nada sejenis.

Sekian tahun berlalu. saya kemudian iseng kembali mendengarkan lagu-lagu Power Metal. Saya kumpulkan tembang-tembang hits menurut versi saya sendiri. Rasa penasaran itu muncul kembali setelah lagu “Penguasa” dan “Shades of Night” terdengar. Saya kemudian mencari lagu-lagu Stratovarius. Saya dapati, bahwa kedua lagu Power Metal itu sangat mirip nadanya dengan lagu Stratovarius yang berjudul “Against the Wind” dari album Fourth Dimension (1995). Saya temui, empat tahun sesudahnya, Power Metal menjabarkan musik itu ke dalam dua lagu mereka. Saya akui, tidak seluruh nada dalam lagu “Penguasa” dan “Shades of Night” persis sama. Jika pada lagu “Penguasa,” hanya bagian intro yang mirip, di lagu “Shades of Night,” bagian nada saat vokal dinyanyikan yang mirip. Perbandingan ketiga lagu itu bisa dilihat dibawah ini.

Power Metal – Penguasa

Saya baru mendapatkan referensi lagu yang mirip dengan lagu Penguasa dari Mas Jo di kolom komentar. Lagu “Fight for Fall” dari Riot.

Riot – Fight for Fall

Power Metal – Shades of Night

Stratovarius – Against the Wind

Dengan ini, saya hanya berusaha menunjukkan bahwa terdapat kemiripan nada pada lagu-lagu itu. Mungkin saja Power Metal berusaha segera mendapat materi lagu mengingat tahun itu, mereka sedang berusaha bangkit setelah personel mereka banyak yang mundur dan akibatnya band tersebut mengalami kevakuman selama beberapa waktu. Atau mungkin saja Power Metal mendapat inspirasi dari album/lagu-lagu Stratovarius (atau lainnya). Hal ini bisa dimaklumi, mengingat jenis musik mereka sejenis. Saya bukanlah orang yang permisif terhadap hal-hal seperti ini (c.f. dalam konteks akademis, saya tidak pernah bisa mentolerir hal seperti ini). Namun, saya juga melihat dari sisi lain, bahwa Power Metal berusaha untuk tidak menjiplak seluruh nada. Pada lagu “Penguasa” setelah intro, sisa lagu itu cukup kreatif. Solo gitarnya juga tidak kalah hebat menurut saya. Pada lagu “Shades of Night” juga demikian. Meski lagu ini lebih banyak unsur miripnya, pada beberapa bagian, nada-nadanya berbeda. Saya memang tidak terlalu mengerti konsep nada (karena inilah saya beralih dari gitar ke drum). Jadi musisi memang harus pintar-pintar mengolah nada-nada yang ada yang katanya terbatas, menjadi alunan musik yang enak di dengar. Dan, kesimpulan saya, Power Metal tetap masih bisa melakukannya pada kedua lagu itu.

Selected Albums

Selected Albums

“Terik mentari membakar diri, aku tak peduli. Bara di dada ini takkan pernah padam.”

©mhsantosa (2011)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Comments
15 Responses to “Power Metal Indonesia: Ada Plagiarisme dalam Karya Mereka?”
  1. jo says:

    udah 3taun dan saya lupa kalo uda ninggalin komen disini,hhe lebih sebentar dbanding nungguin album pm yg ke 10,yg rencananya pemasaran hanya melalui fans club indonesia karena sekarang pm sndri independen
    ada lg lagu dari kamikaze yg saya lupa judulnya bener2 mirip full kyknya cuma tinggal ngerubah lirik,lagu child of the damned ny warlord dicover ulang

  2. Mantep nih power metal. Lagu fave gw Timur Tragedi, begitu denger langsung nempel di kuping.

    Menurutku power metal bukannya plagiat tp influence, atau mengadopsi style dri stratovarius. Gw pernah nonton acara musik malem, gw lupa namanya. Kebetulan yg perform power metal waktu itu. Pas ditanya siapa influence terbesar dlm pembuatan album, eh gitarisnya langsung bilang Stratovarius

    • Made Hery Santosa says:

      Thanks ya udah mampir. Timur Tragedi juga lagu favorit saya. Sampai saat ini, rasanya belum ada band metal Indonesia yang saya sukai yang bisa seperti PM. Influence itu menurut saya seharusnya tidak akan menghasilkan nada yang benar-benar sama mas, seperti di Penguasa dan Shades of Night. Kalau dari musik, mmg kental seperti mainannya Timo Tolkki dan Stratovarius. Sasaji🙂

  3. jo says:

    menyambung status mas kayzar,,bukannya patut disudutkan ataupun di judge dengan plagiatisme suatu band,,karena mereka menciptakan suatu lagu karena memang sebelumnya secara tak langsung mereka mendapatkan referensi dari lagu idola mereka,,,maka dari itu coba nanti dengerin album terbaru mereka yang bakal rilis taun ini,,pasti semakin membingungkan pendengar karena banyak nada2 gabungan dari beberapa hits metal saat ini,,,yang pasti semakin variatif dengan duo gitarisnya,,,dan tentu saja semakin cadas,,,,

    • Made Hery Santosa says:

      Mas Jo, kalau mas membaca tulisan saya, rasanya tidak ada saya menyudutkan. Sebagai band idola, saya ingin PM juga lebih dikenal karena kemampuan bermusik yang mumpuni. Patut kita tunggu album terbarunya mas. Salam satu jiwa! \,,/

  4. jo says:

    wah wah wah,,,kalo against the wind emg keliatan terdengar kyk 2 lagu yang dinyanyiin di album taun 1994 nya strato,,,kalo mau sejajarin lagu penguasa,coba dengerin lagunya RIOT yang fight or fall bos,,,hehe ato lagu di power IX yang judul hidup,,,intro awal kyk insania yang reflections of mind,,dan masih banyak pula yang mirip karena emg dasarnya gitarisnya punya influence dari sana jg,,kalo diliat dari strato rasanya terlalu muda kalo dibandingkan dengan band sekelas RIOT mas,,,,

    • Made Hery Santosa says:

      Makasi mas referensi RIOT. Benar, ini juga mirip. Pemusik saya yakin harus bener-bener kreatif dengan nada-nada yang ada. Jgn sampe terlalu sama. Cheers

  5. kayzar says:

    shades of night emang mirip banget dengan against the wind nya stratovarius.
    ane kira power metal emang berniat nyetak hits, haha
    menurut ane sih lagu against the wind emang good…
    kenapa power metal gak bikin full versi indo nya ya, haha

    • Made Hery Santosa says:

      Trims Mas Kayzar atas kunjungannya. Sy pikir juga begitu, ngejar materi lagu. Ttg versi Indo, kalau memang ingin lbh International, saya lebih setuju materinya berbahasa Inggris Mas😀
      Slm

      • jo says:

        album terbaru dipastikan lebih berasa kebaratannya mas (padahal kalo didenger mala suara vokalisnya yang kurang fasih terdengar seperti menyanyikan lagu berbahasa spanyol),,,hehehehe

  6. metalizer says:

    Plagiat dari musik yg asing didengar .. lebih baik.. daripada plagiat dari musik yg sering didengar atau lagu dari band yg barusan ngetop demi cari untung .. hancurkan musik alay menye2

    • mhsantosa says:

      Makasi udah mampir bro metalizer… Yg namanya plagiat ttp tidak baik. Tp seperti yg sy bilang di tulisan ini, PM sdh cukup membuatnya variatif di dua lagu itu.
      Keep rocking bro!

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] working in teaching, educational and technology areas, I also have a profound passion on music. “Power Metal Indonesia: Ada Plagiarisme dalam Karya Mereka?” and “Death Magnetic Tour: Perjalanan Panjang bertemu Metallica” (both written in […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: