Eidelweiss

Di terang hari mengayuh sepeda, susuri jalan setapak
Di pinggir rel kereta api lewati stasiun, matahari sore tampak
Penuh keringat sirami badan asik kelana gerak
Jangan berhenti, sisiri hari penuh semarak

Ringan sepeda pinjaman ini sangat membantu langkah kaki
Terus kayuh menapak hati terpatri
Akankah degup ini berhenti?
Takkan sepi jari jemari tali temali mendaki

Teringat Gunung Batur kali ini di sisi hutan
Penuh jam menembus cengkraman gelap temaram
Daki tanjakan penuh lahar merah batu menghitam
Dekati puncak sisi Edelweiss hari puncak jalan

Bunga cantik alam indah di sisi hati menolak patah
Jauhi kejaran penjual juga penunjuk jalan tahu arah
Jalan terpilih kelana hati memerah
Jerit suara wajah mungil semangat tak lelah

Maju sisi bermandikan mata hati
Gerak hari nuansa jatuh bangun jemari
Ikat tali semburat sisi
Tak sepi hati, Tarantella iringi tari

P.S. Image Source

Comments
2 Responses to “Eidelweiss”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] lalu, aku menulis tentang ‘bersepeda mencari eidelweiss‘ dan sepeda pinjaman. Sepeda balap ringan itu telah hilang, tiada kabar lagi. Lain kali, […]

  2. […] jeda, membakar kayu Sayang bunga eidelweiss ini tak jemu malu Sangkakala dan genderang tabuh bertalu-talu Bunga-bunga tulip, tidak salah kau […]



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: