Daun Mapleku

Daun mapleku, mengapa engkau berdiri sendirian di antara pepohonan hijau hutanmu?

Aku terpaku menunggu jawaban

Langit biru, seperti itu teduh terik hatimu

Langit biru, putih gumpalan awan mengelilingimu

Langit gelap hujan menyapa dingin angin mengecup asa

Perih, kau tampar wajahku dengan tetes air besar-besar di mata

Daun mapleku, mengapa engkau menguning di bukan musimmu?

Maaf, jika kemudian aku engkau tinggalkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: